Saturday, July 11, 2015

TAK ADA YANG SALAH DENGAN SENDIRI-AN



Apa yang aneh dengan sendirian?
Aku beberapa kali selalu ditanyai orang yang entah siapalah, saat aku jalan disuatu tempat tanpa orang lain di sampingku, mereka mengatakan suatu hal seperti ini, “Neng/ mba, sendirian aja?” maka, jawaban terbaik yang dapat aku berikan hanyalah seulas senyum tulus dan berjalan melewati orang tersebut tanpa menoleh kembali.
Kesan yang acuh, ya?

Menjadi Perempuan, Bukan Berarti Lemah
Dulu, waktu aku masih tinggal di rumah orangtua dan bukannya merantau di Kota orang seperti sekarang. Aku sama sekali tak pernah berfikir akan hal ini.
Perihal kamu mau kemana dengan siapa. Aku punya banyak teman-teman yang siap sedia direpotkan untuk hanya sekadar menemaniku, aku punya sahabat disana, aku punya dua adik cewe, dan aku masih punya keluarga lengkap. Aku hanya perlu mengatakan satu kalimat, “Yuk temenin!” dan cling~ mereka bersedia tanpa keberatan sama sekali.

Saat ini, aku lebih banyak melakukan hal-hal sendirian. Pergi kesuatu tempat sendirian, makan sendirian, belanja sendirian, jalan ke kampus sendirian, beli es Cappuccino cincau sendirian, atau bahkan jalan-jalan di mall sendirian. Meski kelihatannya gak asyik, ternyata aku bahagia melakukan semua itu sendirian.

Jadi cewek, gak harus selalu ditemenin terus kan kemana-mana?

Faktanya, Kamu Tak Pernah Sendirian
Cobalah buka mata dan telingamu, saat teman-temanmu sibuk pada dunia mereka sendiri dan tak punya waktu untuk menemanimu, atau kamu sebagai anak rantau yang belum menemukan teman atau sahabat yang asyik di tanah rantaumu. Cobalah keluar sendirian ke tempat yang jauh, tempat yang ingin kamu kunjungi.

Misalnya: saat aku akan naik BRT (Bus Trans Semarang) aku akan menemui banyak orang, aku bahkan bisa mengobrol dengan salah satu staff BRT, kalo dia ganteng, lumayan, haha.
Atau saat kamu ingin pergi ke Swalayan dan butuh bantuan menyebrang jalan, ada mas-mas parkir yang akan tersenyum dan menawarkan bantuannya padamu, atau bisa jadi, saat kamu butuh bantuan yang lain, makan di restoran cepat saji, misalnya… kamu bisa meminta tolong dengan mas-mas dan mba pelayannya, ajak ngobrol sekalian juga gapapa kalau bosen (^.^v)

Hey. Yang perlu kamu lakukan hanyalah, katakan: Tolong, Terimakasih, dan Sama-sama (*ketika ada seorang yang butuh bantuanmu)

Simple, kan?
Kamu akan menemui banyak hal yang lebih ajaib dari apa yang kamu bayangkan sebelumnya. Berfikirlah secara positif dan mulainya tebarkan senyummu, kawan…

Kamu Tak Perlu Cemas Akan Hal Tak Penting
Hal yang tak penting semacam, rengekan teman untuk pulang. Atau harus rela uangmu di buang dengan cuma-cuma untuk membelikan temanmu minuman, atau bisa juga hal-hal lain yang tampak sepele, namun menyebalkan.

Kamu tak perlu memikirkan kemana kamu akan pergi dengan banyak argument, apa yang ingin kamu lakukan, apa yang ingin kamu lihat dan kemana kaki dan hatimu ingin melangkah, melangkahlah… jalan-jalan sepuasnya, dari toko satu ke toko lainnya, dari butik A ke butik B, bahkan walau hanya sekadar melihat-lihat dan bertanya, tanpa membeli apapun.

Bagimu, apa yang membuatmu bahagia… lakukanlah. Seperti aku yang gemar sekali duduk ber jam-jam di tempat sumber wifi (Indomart Point, kawasan Jalan Pahlawan, dll) sendirian, tanpa mencemaskan teman yang merengek minta pulang lantara bosan.

Begitulah, hal yang sederhana, bukan?

Meski Ada Saatnya Kamu Juga Perlu Teman
Meski sendirian itu membuatmu bahagia. Akan ada hari-hari dimana, kamu memang butuh seseorang. Untuk bersandar, berbagi cerita dan pengalamanmu, untuk membuatmu percaya kembali kekuatan, dan untuk memberikan pencerahan dalam hari-hari terberat yang saat itu hadir di hidupmu.

Ya, kamu butuh… setidaknya, satu orang yang dapat mengertimu.
Disini. Di sampingmu.
Memelukmu, menghapus air matamu, menepuk pundakmu, dan menghangatkanmu dengan senyuman yang menenangkan.

Diriku… dengan mempercayai satu hal. Bahwa akan ada saatnya orang seperti itu datang. Yang perlu kulakukan hanyalah bersabar dan tetap menjadi aku yang kuat. Maka, aku masih bertahan. Lihat, kan?

Kapan terakhir aku menangis? Katamu, kamu merantau agar menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa? Perlukah kamu menangis karena kamu kesepian?

Sesungguhnya, Kamu Tak Sendirian
Hey! Kamu masih punya rumah, kamu pun masih punya keluarga dan sahabat di tempat asalmu. Meski mereka jauh, jangan pernah malu untuk meminta bantuan mereka. Mintalah mereka mendoakanmu agar menjadi pribadi yang kuat dan dapat bertahan.

Hey! Kamu masih punya Tuhan Yang Maha Esa. Pemilik segalanya. Tuhanmu…

Hey! Kamu gak sendirian merasakan hal itu, ada aku yang juga pernah merasakan.
Fase itu adalah, fase dimana kamu harus menjalani kehidupanmu sendirian di tanah rantau, merupakan salah satu fase yang perlu kamu lakukan. Kamu hanya perlu membuat dirimu sendiri nyaman dengan segala keadaan yang terjadi.

Jadilah kuat, kawan. Jika kamu butuh teman curhat, hubungi aku melalui e-mail: sholihahannida73@gmail.com.

Aku akan selalu berusaha menjdi teman curhat penamu dengan senang hati, dan dengan tangan terbuka. Karena, aku juga saat ini tengah mengalami problem yang sama dengan kisah di atas.

Salam Hangat, Su Su!!! (*Semangat, dalam bahasa Thailand)  

Dariku yang kemana-mana sendirian, namun tetap bahagia.
© Nida

Semarang, 4 Juli 2015
01.13 wib                            

No comments:

Post a Comment

Bikin orang bahagia gampang, kok. Kamu ngasih komentar di postinganku saja aku bahagia.

- Kutunggu komentarmu.