Thursday, December 29, 2016

MENJADI DIRI SENDIRI



Menjadi diri sendiri? Baca artikel lama, tentang 20Fact About Me. Sebagian besar masih sama. Orang memang berubah, sayangnya, bagian dari diri kita tentang kebiasaan-kebiasaan lama masih tetap ada.

:”)

Aku pernah bilang, aku tipe yang misterius. Menjadi diri sendiri berarti kamu harus berusaha keras belajar mengenal karakter dirimu.
Menjadi diri sendiri berarti kamu sedang dalam perjalanan mencari jati diri.
Mengenal karakter seseorang berarti kamu harus menjadi bagian yang lebih dari teman untuknya. Menjadi sahabat, contohnya.

Untuk kenal dengan aku yang sebenarnya, berarti kamu harus lebih memahami aku dalam waktu yang lama.
Tipe-tipe misterius hanya akan terbuka pada beberapa orang tertentu saja.

Anak yang pendiam mungkin terkenal cerewet dihadapan sahabatnya. Seorang yang cuek, bisa sangat perhatian dihadapan orang-orang yang ia sayangi, dengan perhatian yang lebih, dan kamu akan takjub dengan hal itu.

Begitulah.
Cara kasih sayang yang keluarga aku lakukan. Tipe-tipe yang seperti itu. Secara gak sadar, kita belajar dari apa yang orang lain ajarkan. Dari apa yang orang lain beri. Dan dari apa yang kamu dapatkan dalam kehidupanmu.

(^.^)

Belajar jadi diri sendiri, yuk.
Percuma kalau kamu hanya menjadi orang yang berpura-pura. Saat kamu sedih, katakan dengan jelas bahwa kamu sedih, luapkan kesedihanmu. Saat kamu senang dan bahagia, berbagilah hal itu dengan sahabatmu. Saat kamu kesepian, kecewa, khawatir, bad mood, dll, dll.

Jangan diam-diam merasakan perasaanmu sendirian.

Berbagilah.
Kadang, beberapa orang beruntung bertemu dengan orang-orang yang baik. Menjadikannya sahabatmu, keluargamu, dan atau bagian dari hidupmu.

Orang-orang seperti itu. Sangat beruntung. Aku menyebutnya; hadiah terbaik yang pernah Allah.swt berikan.
Seorang sahabat yang baik.

}_{

Ya. Kamu harusnya bersyukur. Sangat sangat beruntung untuk itu. Tanpa seseorang seperti mereka. Kamu gak akan bahagia dan gak punya kesempatan untuk menjadi diri sendiri.

Guys, menurutmu. Apa tujuanmu untuk hidup?
Hidup cuman singkat, kan?

Semoga kamu bukan termasuk orang-orang yang gak punya seseorang itu. Jadilah diri sendiri, dan berbagilah.

Karena, rasa berbagi adalah bentuk lain dari perhatian. Seorang sahabat ditemukan ketika kamu bisa berbagi dengannya.


Yang kesepian, © Nidake.
Semarang, 29 Desember 2016



HARI IBU YANG TERLEWAT



(^.^) Teruntuk umiku, sahabatku yang merupakan calon ibu, dan perempuan-perempuan di seluruh dunia. Tetaplah menjadi hebat.
 
my umi, makasih udah sabar ngadepin sifat aku yang kayak anak kecil

Di umur 20-an tahun, kamu akan mengerti tentang masalah yang ternyata rumit. Masalah yang sejujurnya cukup sepele untuk anak-anak kecil. Masalah yang dulu hanyalah masalah angin lalu bagiku ketika masih berumur 18 tahun.
Kamu akan tau tentang banyak pengorbanan. Tentang arti kesabaran. Dan tentang perjuangan dari seorang perempuan yang menyandang predikat ‘ibu’.

Seorang perempuan sepertiku adalah salah satu dari sekian perempuan yang gak pekaan, yang cuek, yang gak peduli. Sama seperti mba Laila (kakakku). Kita adalah orang yang ketika sudah peduli pada satu hal, akan sangat peduli. Kita mewariskan hal itu dari sosok perempuan hebat. Yang setiap membutuhkan sesuatu, setiap mempunyai banyak masalah, setiap kita butuh nasihat, seseorang yang tak asing lagi sejak kita masih menjadi butiran gen-gen didalam rahim, seorang wanita yang keren, seorang guru, seorang juru masak, dll, dll. My umi. Umi kita.

Hay, mi. Jarak dan waktu selalu menjadi halangan bagiku untuk mengatakannya secara langsung. Aku gak suka bunga atau memberikan kejutan-kejutan untukmu. Tapi, semoga tulisan ini dan doaku selalu menjadi pemberian yang terbaik, untuk seluruh pengorbananmu menjadi seorang ibu.

“SELAMAT HARI IBU.”

Mi, maaf, maaf untuk segalanya. Maaf hanya bisa mendoakanmu dari jauh. Maaf masih tak pernah mendengarkan nasihatmu. Maaf masih egois. Maaf untuk segalanya, mi.
maaf belum bisa kasih kado terbaik untukmu, mi
Aku takut umi kecewa padaku, tapi aku masih selalu membuatmu khawatir akan banyak hal. Waktu aku sakit di tanah rantau dan sendirian. Waktu umi ngomel soal gaya hidup tak sehatku, dan kegiatanku yang padat. Aku masih saja keras kepala.

Waktu umi memberiku nasihat, waktu umi memberiku petuah yang panjangnya sepanjang rel kereta yang tak tau kapan berujung, aku masih aja bilang iya, dan tetap melakukan sebaliknya di tempat yang tak kau tau.

Mi, maaf untuk segalanya.

Maaf aku masih gak ngerti saat umi punya banyak masalah. Aku gak tau umi sering menangis diam-diam untukku. Aku gak pernah menyadari seberapa pedulimu tentang aku, mba Laila, Dinda ataupun Lintang yang selalu menjadi prioritasmu diatas segalanya. Aku masih menganggapmu ibu yang gak adil.

Mi, maaf. Maafin tentang pikiranku yang masih dangkal.
Maaf aku gak pernah menganggap masalahmu serius. Saat umi menangis karena abi, saat umi berjuang tetap bertahan demi kita.

Aku gak pernah tau alasan. Alasan seorang ibu. Mi. Aku jahat, ya?
kalian itu semangat aku buat jadi orang yang lebih baik
Sebagai seorang putri yang demi pendidikannya rela merantau jauh. Jauh dari jangkauanmu. Sebagai seorang putri yang ketika punya banyak waktu libur, pura-pura sibuk dan memilih tak pulang waktu itu. Aku mungkin menyesal untuk tak pulang, mi. Akhir-akhir ini, titik jenuhku membuat keinginan pulang jauh lebih besar. Refreshing maupun liburan tak membuatku kembali bersemangat.

Mi, jujur, alasanku untuk kuliah jauh. Adalah untuk pergi sejauh yang aku bisa tentang rumah, dengan berdalih bahwa merantau akan dapat mengajarkanku tentang hidup yang keras.
Alasan utamaku hanyalah untuk pergi jauh dari rumah.
Mi, Bi, jangan pernah berhenti kapok nasihati aku, ya
Maaf untuk itu, umi.
Bukti bahwa aku egois? Beginilah jalan hidup yang udah aku pilih.

Mi, bilang pada abi. Beliau perlu bangga pada anak-anak gadisnya. Aku punya mata yang jeli untuk menilai karakter seseorang. Mba Laila, Dinda dan Lintang, dan aku, percaya pada kita, percaya pada pilihan yang selalu kita buat.

Mi, jangan lagi menangis diam-diam. Jangan berhenti untuk mengomeli kita setiap waktu. Jangan pernah berhenti mendoakan kita.

Suatu hari, aku ingin memberimu hadiah yang lebih special. Tentang catatan pencapaian-pencapaianku. Meski bukan apa impianmu. Semoga umi tetap mendukung impianku.

Aku keras kepala, hlo (^.^)
Mi, bahagiamu adalah bahagiaku, juga.
Terimakasih sudah menjadi seorang ibu untuk kita, umiku. Makasih banyak atas pemberianmu yang tak terhitung. Kelak, semoga doa-doa kita tentang sesuatu yang menakjubkan untukmu di dengar oleh NYA.

Mi, love you. Saranghae.


Dari anakmu nomer-2, Nidake.
Semarang 25 Desember 2016

Friday, December 23, 2016

JOGJA DAN KENANGANNYA (Part 1)

nb: Postingan ini cuman cerita singkat liburan kita. Semoga yang baca iri dan cepet-cepet bikin rencana liburan kesini (Jogja) bareng ahabat-sahabatnya. Hey, hidup itu gak perlu serius banget soal tanggung jawab.

10 Desember 2016
Awal mula agenda jalan-jalan ini gatau deh darimana, yang pasti semuanya serba dadakan. Sebenernya kita emang udah ngomongin soal liburan bareng beberapa waktu yang lalu, tapi gatau kapan bisa terealisasi.

Nah, seminggu sebelumnya, tiba-iba Tiwil, salah satu temen aku, nge-chatt; tanya soal persetujuanku soal liburan tanggal 10-11 Desember ke Jogja Aku sih langsung bilang iyes! Hehe.

Kita langsung bikin multichatt di bbm dan ngomongin plan A B C, naik apa kesananya, ngajak siapa aja, dll, dll. Pokoknya emang ribet. Tapi akhirnya saling nemuin titik persetujuan. Nginep dimana, siapa yang nyetir, destinasi apa aja yang bakal kita kunjungi disana. Jadilah… sabtu besok tinggal cuss.

Jadi, rencananya kita berangkat pakai mobil, nyewa hloya. Yang bagian nyetir mas Rico dan Gembel alias Rama, dan cewek yang ikut: Aku, Naya, Tiwil, Aryani, dan Mala (salah satu temen kost Tiwil)
Aku, Naya, Tiwil, dan Aryani itu satu kampus dan satu jurusan plus satu angkatan, wkwk. Kita udah kenal lama, tapi yabegitulah.

Tiwil udah nawarin aku buat nginep di kostnya. Karena untuk mempersingkat waktu, kita berangkat dari kost Tiwil. Naya sendiri nginep di kost Tiwil dan Gembel dijemput Tiwil pagi-pagi. Kebetulan banget, malam sabtu aku harus nganterin mba Frita, salah satu senior di magang ke suatu tempat, dan harus pulang malem karena kejebak hujan. Nah, niat untuk nginep di Tiwil batal, simple nya aku belum packing apapun dan belum beres-beresin kamar.

Alhamdulilah, mba Murni (salah satu penjaga kost aku) mau nganterin pagi-pagi ke kost nya Tiwil, wkwk. Syukurlah, ada yang bisa dimintain bantuan di kost. Mba Murni juga nawarin buat jemput kalo mau jemput pulangnya. Oke! Thanks banget, mba.
Sabtu pagi, aku udah berusaha pasang 3 alarm di hape berbeda hloya, wkwk. Udah so so buru-buru, Aryani nge-bm: Guys, gausah buru-buru, ngambil mobilnya jauh soalnya. Yang ngambil mobil itu mas Rico dan yay, dia emang udah otw sejak pagi dan baru pukul 08.00 wib nyampe kost Tiwil.

Awalnya aku pakai baju hijau, dan karena destinasi awal kita rencananya adalah pantai yang terletak di pegunungan kidul. Tiwil nyuruh aku gak boleh pakai baju hijau, seem (-__-) takut kenapa-kenapa katanya, wkwk.
Akhirnya tuh aku ganti baju, duh, pea. Mitos, tauuuu Wil (^,^)

Mas Rico tiba-tiba udah di depan kost Tiwil. Kita para cewek-cewek rempong heboh sendiri, langsung otw kebawah, dan dengan sok gantengnya mas Rico udah nungguin di depan gerbang sambil senyum atau nahan tawa(?) ke kita-kita yang rempong sama barang bawaan, wkwk. Dasar cewek. Maklum.
Pantai tersembunyi yang behasil aku dan Mala temukan. Gak banyak orang disini.
Tiwil langsung heboh, dia harus jemput gembel alias si Rama dulu, dia juga mau mampir indomart buat beli obat. Duh kan, ribet. Mas Rico kecepetan sih mas.
Akhirnya aku sama Mala ke mobil duluan, dah krik-krik aja deh sama mas Rico, sosoan aku buka hape, hahahahahah. Hape itu penyelamat krik krik.

Tiwil, Naya, gembel akhirnya dateng, kita langsung cuss jemput Aryani di rumahnya, dan langsung cuss ke Bawen lewat jalan tol. Hampir kelupaan loh bawa kameranya Ar.
Di mobil, kita ngobrol banyak hal untuk mengurangi ngantuk, tanya ini-itu, makanin jajan, pokoknya saling akrabin dirilah. Aku sama Gembel sama mas Rico sama Mala kan belum kenal. Mangkanya kita ngobrol biar deket, meskipun masih krik-krik kayak kerupuk tahu, gak pakai bumbu, wkwk, apa deh.
Ini gerbang menuju atas, bayar Rp.2000/orang hlo
Sambil sesekali nyalain musik, radio, ngobrol lagi, akhirnya tetep aja kita boboks. Bocan si, bobo cantiks, ya gak?
Yang depan kan Aryani sama si Mas Rico. Mereka sibuk nyetir + gps-an, wkwk. Yang belakang bobok semua, sampe cara bobo nya gembel di ketawain, abisnya lucuuu.

Destinasi awal kita adalah pantai! Dan rencananya kita bakal main-main dari satu pantai ke pantai lainnya disana. Realisasi: cuman bisa ke satu pantai (-___-) problem: waktunya rak cukup, rak nyandak. Hoam.

Jadi guys, kita otw dari Semarang itu pukul 09.00 wib kurang lebih, dan baru sampe di Gunung kidul tuh agak sorean, dan nyampe pantainya jam 16.00 wib kurang lebih. Kan lama banget. Sampe bosenlah, sampe pusinglah, sampe Aryani mabuk dan muntah-muntah, sampe kita berhenti beberapa kali gara-gara kebelet pipis, sampe aku gak nahan kantuk, sampe Naya harus nyanyi-nyanyi sambalado di mobil dan yang udah mual sosoan jadi kuat biar suasanya gak boring, sampe harus matiin AC mobil, sampe harus memutuskan: yaudah kita ke pantai yang deket aja! Titik.
Salah satu destinasi di pantai Krakal. Well, foto dari DSLR nikon+Xiomi yi uploadnya nyusul.
Wohooo~ tapi alhamdulilah, akhirnya ketemu pantai kok, guys.
Anak Semarang tuh jarang ke pantai hlo. Hehe, bahagia banget ketemu pantai. Aku sama Mala memutuskan untuk ke atas, niatku emang buat liatin pantai dari atas, sumpahya. Bagus banget! Kan di Jogja pantainya terletak di atas gunung, yagitulah, susah juga jelasinnya gimana. Aku gak bisa berhenti liatin ombak darisitu. Aku juga gak bisa berhenti pengen teriak, sayangnya banyak orang. Nah, aku sama Mala ke bukit yang lebih atas lagi, lebih agak menjorok lagi ke arah lautan, disana bau agak amis+asin, mungkin bau air garam, dan takutnya sih pas pasang airnya nyampe keatas. Wih, serem.
Aku rak dijak, wkwkwk. Aku sama Mala lagi ke atas tebing, wkwk.
Yang lainnya pada ganti baju dan main-main ombak bersama pasir. Mas Rico+gembel jadi photographer, wkwk. Itulah gunanya ngajak cowok = jadi sesuatu yang berguna bagi liburan rempongnya cewek. Tetep aja mereka juga ikutan happy kok, makasih mas-mas ganteng (^_^)
Ada kura-kura, mas! wkwk
Aslinya aku baik kok, sekali-kali gantian fotoin mas Rico sama gembel :p

Mas Rico. Makasih udah bantuin nyetir full sama jadi fotografer buat kita, mas
Di atas tebing pantai Krakal. Sumpah indah banget pemandangannya disini, uwow.
Sekitar pukul 18.00 wib, kita mulai udahan. Mandi alias bilas di tempat terdekat, bayar Rp.4.000/orang. Termasuk yang gak ikutan basah-basahan, mandi sore juga. Karena setelah ini kita akan langsung cuss malioboro, makan dan kost mas Agus, salah satu temen Tiwil dan berbaik hati buat bantuin penginapan kita selama di Jogja, hehe.
Mala sedang galau, antara mau mandi atau engga, hahahah
gembeeelll bel bel, si photograper.
Setelah selesai mandi, kita langsung cuss ke malioboro, dan dalam situasi apapun, selama kita pergi, jalan pulang selalu lebih dekat daripada jalan pergi, yak! Rasanya kok ya, cepet banget nyampenya. Huh.

Awalnya sih, kita sempat kesasar di jalan pulang gara-gara masalah error gps. Dan sempet juga kehabisan bensin, tapi masalah bisa teratasi kok. Kita juga malah lewatin bukit bintang di Jogja, tempat hitz bangetlah pokoknya. Sayangnya, baru juga dapet parkiran dan turun, siap-siap mau photo disana malah ujan, kaaaan (-___-)
Hallo Pantai!!!
Semua pengunjung kecewa, wkwkwk. Akhirnya tuh kita langsung cuss malioboro, nyesel sumpah nyesel banget gak foto di Bukit Bintang, bagus banget soalnya disana.  Next Time laaah, wajib! Hehe.
Di malioboro, kita jalan-jalan doang, rame banget. Malem minggu sih. Untung aja disana gak hujan yah. Dan sekitar pukul 22.30 wib kita langsung pulang, menuju ke UGM. Ke kost nya mas Agus yang anak UGM. Kita sempat terjebak macet disekitar sana.

Aku suka lembayung senja. Dan kapan kau ajak berburu bersama denganku?
See you untuk part 2. Masih belum aku tulis, sih. Dan btw, aku punya beberapa koleksi video yang akan segera di upload di youtube; Annida Sholihah. Nonton, kuy, guys!


FOTO DARI DSLR NIKON + XIAOMI YI, NYUSUL. Belum aku pindahin. Dan semua foto berasal dari kamera Prosumer Canon. Sekian.

Salam Hangat dari Nidake
Semarang, 23 Desember 2016

Wednesday, December 14, 2016

MENELUSURI JAWA TENGAH DI PURI MAEROKOCO



Taman Wisata Puri Maerokoco merupakan salah satu wisata yang ada di kota Semarang. Taman ini terletak tidak jauh dari pusat kota, terletak di jalan Yos Sudarso Semarang, ke arah mau ke PRPP, ke belokan rumah makan hits SS arah Bandara. Ya, pokoknya kesitulah
Puri Maerokoco merupakan salah satu bagian dari Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah atau yang sering di kenal dengan PRPP. Biasanya kawasan PRPP ramai pada saat-saat tertentu dalam acara festival maupun acara-acara lainnya.
Cafe diatas danau. Wih, romantis. Kesana lagi ah bareng mas A :p
Biaya masuk ke Puri Maerokoco terbilang murah, ya gak lebih dari 10 ribuan lah, apalagi kalau bukan hari libur, bisa lebih murah loh guys. Tempat ini buka pada jam 08.00 – 18.00 wib. Disana kita dapat melihat banyak miniature Jawa Tengah. Ibararatnya, Puri Maerokoco ini merupakan miniaturnya jawa tengah, atau biasa kita sebut taman mini nya jawa tengah. Siapa yang pernah masuk ke Taman Mini Indonesia di Jakarta? Ya, kayak gitulah. Tapi lebih kecil lagi.

Lupa ini dimana~
Nah, buat kamu yang ingin melihat-lihat kota Banjarnegara, Pemalang, Tegal, Pekalongan, dll, kamu gak perlu jauh-jauh kesana. Cukup berkunjung aja ke Puri Maerokoco saat berada di Semarang.
Kamu juga bisa menikmati lebih banyak lagi sarana rekreasi lainnya. Paket hemat cyin, istilahnya!
Anggep aja di Bali, wkwk.
Kubilang apa, romantis kok tempatnya. Cocok buat kaum muda, hahahahha
Beberapa miniatur rumah adat yanga ada di Taman Wisata Puri Maerokoco Semarang, antara lain:
·          Anjungan Kabupaten Kendal
·          Anjungan Kabupaten Klaten
·          Anjungan Kabupaten Kudus
·          Anjungan Kabupaten Magelang
·          Anjungan Kabupaten Pati
·          Anjungan Kabupaten Boyolali
·          Anjungan Kabupaten Brebes
·          Anjungan Kabupaten Cilacap
·          Anjungan Kabupaten Demak
·          Anjungan Kabupaten Grobogan
·          Anjungan Kabupaten Jepara
·          Anjungan Kabupaten Banjarnegara
·          Anjungan Kabupaten Banyumas
·          Anjungan Kabupaten Batang
·          Anjungan Kabupaten Blora
·          Anjungan Kabupaten Karanganyar
·          Anjungan Kabupaten Kebumen
·          Anjungan Kabupaten Pekalongan
·          Anjungan Kabupaten Pemalang
·          Anjungan Kabupaten Purbalingga
·          Anjungan Kabupaten Purworejo
·          Anjungan Kabupaten Rembang
·          Anjungan Kabupaten Semarang
·          Anjungan Kabupaten Sragen
·          Anjungan Kabupaten Sukoharjo
·          Anjungan Kabupaten Tegal
·          Anjungan Kabupaten Temanggung
·          Anjungan Kabupaten Wonogiri
·          Anjungan Kabupaten Wonosobo
·          Anjungan Kota Magelang
·          Anjungan Kota Pekalongan
·          Anjungan Kota Salatiga
·          Anjungan Kota Semarang
·          Anjungan Kota Surakarta
·          Anjungan Kota Tegal

Di dalam tempat wisata ini, kamu bisa menikmati aneka kuliner, terdapat nuasa café di atas danau. Juga kamu bisa menikmati es Dawet khas Banjarnegara seperti yang udah aku realisasikan alias lakukan ketika berkunjung kesana, tepatnya di tempat Anjungan Banjarnegara. Cuman Rp.5.000 rupiah aja kok.

Anjungan Banjarnegara nih, cyin.

Lokasinya strategis, biaya masuk terjangkau, tempat terawat dan tidak terlalu ramai pada jam-jam kerja, tempat ini cocok buat kamu yang ingin berlibur sambil belajar edukasi tentang Jawa Tengah tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
Semoga bisa kesini lagi, yhaa Nid.