Saturday, March 19, 2016

DINUS INSIDE DAN DINUS EXPO 2014 [RE-POSTING]

[RE-POSTING] 
Aah~ rasanya sudah sangat lama... Semoga gak basi tulisannya! Hihiii x)

Hello! Nama aku Annida Sholihah, dari jurusan Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswontoro (Udinus) Semarang.

Jelas dong, aku maba Udinus tahun 2014. Untuk kalian yang maba dan yang penasaran dengan ‘ospek’ nya Udinus. Boleh kok, kepoin blog ini :D
Karena aku udah resmi jadi mahasiswi Udinus. Aku akan lebih sering ceritain kegiatan seputar Udinus juga. Semoga bermanfaat dan gak bosen baca curahan hati yang absurd ini, ya x)

***
Disetiap Universitas, kalau kalian maba. Udah pasti akan melewati satu hal ini, yaitu: Ospek. Di Udinus, namanya bukan ospek. Tapi, Dinus Inside. Kepoin twitter @Dinus_admisi aja untuk info lebih lanjutnya. Tanyain adminnya sana… Kenapa namanya “Dinus Inside,” gitu?
                                                                                                                                         
Kronologis yang sudah ditentukan sih, gini: 3 Hari Dinus Inside. 2 Hari Dinus Expo = Total 5 hari berlelah-lelah ria x)

Hari Pertama
Fyi aja… aku tinggal di kost. Dan cuman butuh sekitar 8 - 15 menit jalan kaki menuju fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Sebelum mulai ospek per-fakultas. Kita kumpul dulu di lapangan Gedung G (*Gedung yang dekat dengan jalan raya) yang cukup luas. Karena kita mau upacara pembukaan dulu.
Semua mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 3.000-an itu di suruh baris menurut fakultasnya masing-masing. Fakultas aku, FEB pakai tanda pengenal warna kuning, berbeda dengan fakultas yang lain. FIK, biru.  F.Kes, hijau. F.Teknik, ungu. FIB, merah.

Hari pertama: Pake baju putih-hitam, sepatu hitam, kerudung warna bebas. Bawa kartu tanda pengenal yang ukuran dll-nya sudah di tentukan dalam buku panduan.

Aku sempat bingung nyari barisan kelompok. Emang sih, kita sudah dibagikan kelompok menurut nomor pendaftaran. Di web, aku dapet kelompok 4 akuntansi. Ternyata, bukan kelompok 4 melainkan kelompok 10. Udah gitu, per-kelompok ada sekitar 50-55an orang pula~ susah ngafalin muka + nama mereka, hiks.

Sebelum upacara beneran, ada gladi-nya dulu. Setelah gladi. Kita langsung upacara. Lama banget… soalnya, ada ceramah-ceramahnya gitu. Dari rektor, dosen yang punya jabatan tertentu di tiap fakultas, perwakilan organisasi dan pengumuman-pengumuman seputar kampus.
Bahkan, kita –para maba- di suruh duduk. Enak… di bagian depan, ada tenda. Jadi mereka gak panas. Lah, aku? Udah telat – salah kelompok- duduknya di belakang. Panas! Yang paliiiing belakang banget sih boleh ngadem ke pohon sama kakak panitianya. Sayangnya, aku duduknya agak jauh dari pohon, wkwk.

Selesai Upacara. Kita suruh berdiri lagi, untuk penutupan. Baru deh, perkenalan alumni dan para calon mahasiswa cerdas yang mau berangkat pertukaran pelajar di luar Negeri. Habis itu, baru perkenalan UKM dan Organisasi tingkat Universitas. Suruh duduk lagi! Pffft.

Selepas upacara di gedung G. Kita di minta berbaris sesuai fakultas. Karena kita akan di bawa menuju ke fakultas masing-masing. Untuk FEB sendiri, fakultasnya adalah di gedung C. Cukup 10 – 15 menit perjalanan dari gedung G.
Di Hall gedung C. Lagi-lagi kita di suruh duduk. Beruntungnya… ada tenda! Wkwk. Gak kepanasan deh selama 3 hari kedepan.

Disana. Kita perkenalan berbagai hal terlebih dahulu. Pokoknya seputar pengenalan-pengenalan gitu deh… Hari pertama belum di suruh bawa apapun yang aneh-aneh kok.
Baru deh, setelah acara pengenalan hari pertama usai. Kakak MC-nya ngasih tau beberapa hal. Kakak pendamping kelompok absensi kita lagi + ngasihin kertas yang berisi barang bawaan untuk besok. Lengkap dengan kostumnya apa…

Aku cuman melongo gak jelas di barisan para maba kelompok 10. Kesel sekaligus geli ngeliatinnya x)

Hari Kedua.
Penasaran gak, hari kedua di suruh bawa apa aja?
Nih daftarnya:
Kostum = Atasan putih, rok/celana abu-abu, sepatu hitam bertali, kaos kaki hitam (bagi laki-laki di pakai di depan celana, dengan panjang 10cm)
Antribut = Cewe (bando dengan tulisan ‘Lulus SLTA’ dan rambut di ikat dengan pita biru-kuning). Untuk yang cowo (topi dari bola plastik, yang di atasnya berdiri tulisan ‘Lulus SLTA.’)
Makanan/bekel = Nasi kemerdekaan, sosis panjang 20cm, sayuran bebas, aqua botol dengan logo sekolah SMA Asal.
Bakti Sosial = Beras 2 ½ kg. Mie instan 2 rebus 2 goreng, Gula ½ kg, Margarine sachet.

Catatan: Masukan semua barang ke dalam karung dengan logo SMA asal. Gak boleh ada yang bawa tas selain karung! Gak boleh ada yang bawa kendaraan juga.

Oke fine! Semua itu dapat aku bikin secara cuma-cuma malemnya. Karena hari pertama aja, pulang jam 18.00 wib. Dan aku gak sempet buat istirahat…

Susunan acara hari kedua Dinus Inside. Masih di hall C. Dengerin ceramah doang kerjaan kita. Duduk manis, berleha-leha, ngantuk. Palingan saat jeda, ke masjid buat sholat dan pipis, terus makan. Lanjutin lagi acaranya… berleha-leha.

Menjelang sore. Ada hiburan yang unik dari fakultas aku.
Gak lain… semacam lomba nyanyi dan joget, terus peragaan busana kerja/kantor. Pokoknya lucu, deh! Daebak nih kakak panitianya x)

Pukul 17.30 wib. Aku pulang ke kost-an. Sebelumnya, udah di kasih tau juga sih perihal barang bawaan yang besok harus di bawa.

Hari Ketiga
Nih daftarnya:
Kostum = Atasan batik, rok/celana kain hitam, sepatu hitam bertali, kaos kaki hitam (bagi laki-laki di pakai di depan celana, dengan panjang 10cm)
Antribut = Cewe (Topi toga, yang terbuat dari kertas karton atau asturo. Bagian depan, ada logo Udinus dan untuk bagian tengah atas, ada tali kuningnya)
Makanan = menu 4 sehat, 5 sempurna. Aqua botol dengan logo Udinus.
Tambahan = Membawa surat cinta+cokelat dan surat benci dengan kertas berbentuk tengkorak untuk kakak pantia.

Catatan: Masukan semua barang ke dalam karung dengan logo Udinus. Gak boleh ada yang bawa tas selain karung! Gak boleh ada yang bawa kendaraan juga.

Dinus Expo dan Malam Inagurasi
Ciaaaa… Akhirnya, memasuki hari ke-4!!! Hari yang paling di tunggu-tunggu untuk semua maba Udinus 2014. Setelah 3 hari yang melelahkan…

Dinus Expo itu semacam acara yang enjoy banget. Ada pameran UKM, ada juga lomba-lomba, ada banyak kakak senior UKM bertebaran. Bisa ngeliatin cowok yang bening-bening deh x) wkwk

Lomba-lombanya macem-macem deh. Cek aja di sini :))

Kalau kamu ikut lomba, kamu terbebas dari tugas mencari stempel dan ttd lho. Asyiiik! Gak perlu berdesakan dan berpanas-panasan ria di stand UKM.

Acara di lakukan selama 2 hari. Kamis dan Jum’at. Untuk hari pertama –kamis- kita di suruh sama kakak panitia untuk meminta stempel UKM dan ttd-nya.

Harus berurutan ternyata… Dari UKM – baru boleh minta stempel dan ttd ke ke orma tingkat fakultas – dan orma tingkat Universitas.
Buatku sih oke aja… karena kita bareng-bareng gitu nyarinya. Aku sama beberapa maba lainnya yang baru aku kenal hari itu juga, wkwk. Mereka asyik banget :D
Kita saling membantu dan bergantian nyarinya. Biar cepet selesai dan cepet pulang.
Alhamdulillah. Selepas Dzuhur… aku dan temen-temen udah bisa dapet stempel dan ttd orma Universitas.

Setelah beres dengan kewajiban dari kakak panitia. Kita duduk di dekat kantin Udinus, melepas lelah… salah satu dari kita beli minuman di bagian samping dekat kantin. Banyak yang jualan. Semacam wirausaha/usaha kecil yang di lakukan oleh mahasiswa.

Sambil duduk-duduk, kita ngobrol banyak hal. Salah satu hal yang harusnya aku ketahui: Udinus kan letaknya di Semarang, yang merupakan bagian dari Jawa Tengah. Mahasiswa baru ataupun lama kebanyakan dari sekitar Jawa Tengah juga. Mereka terbiasa ngomong pake bahasa jawa. Kalaupun engga. Mereka masih menggunakan logat jawa. Aku akhirnya mau gak mau harus beradaptasi dengan mereka. Walaupun ujung-ujungnya, aku pernah melongo lama gara-gara mereka ngomong pake logat+bahasa jawa+cepet banget ngomongnya, wkwk x)

Skak mat!

Hari kedua Dinus Expo. Kata kakak panitia, kita boleh berangkat jam 14.00 wib. Itu pun kalau aku udah selesai dengan tugas mencari stempel dan ttd. Nanti, acaranya di gedung G. Sekalian Dinus Inagurasi gitu. Katanya… ada artis. Sebagai bintang tamu?
Tapi, aku gak tau siapaaaaaaaaaa u,u
Waktu Dinus Inagurasi, aku kelelahan dan sakit. Jadi deh… sore, selepas absen di kakak pendamping. Aku pulang dan gak kembali lagi. Kan, nyesel. Siapa suruh sakit, Nid?

Ohiya… aku lupa. Waktu Dinus Inside. Kita masing-masing di kasih tugas, tentang PKM gitu. Semacam Karya Tulis kalau di SMA. Per-kelompok sih. Nah! Karena hal itu, karena aku ngurusin hal yang susah payah (*anggotanya yang kerja cuman beberapa doang) aku kelelahan, kurang tidur dan jatuh sakit. Jadi deh gak bisa ikut Dinus Inagurasi.

Aku gak bisa certain tentang hal itu… Kata mamahku sih, yang lewat ke gedung G. Jalannya di tutup saking macetnya. Saking ramenya sama orang-orang. Ciyeeee… yang nonton mana suaranya?

Yap. Gak bisa banyak-banyak cerita nih.
Sampai jumpa di postingan selanjutnya yang lebih wah!
Sering-seringlah mampir walau boring #Eh

Jalan Bima 2, Semarang
23 Oktober 2014

Salam Cinta,
© Nida

Friday, March 11, 2016

About Dwi Ariska Sari

kan, fotonyaaaa aja heboh kayak gini, gimana sifatnya?
Kenalin nih sama salah satu orang paling rese di dunia perkuliahan yang pernah aku jumpai. Dwi Ariska Sari Putri Faisal, wkwk. Sebenernya sih, cewek yang gak suka pakai hijab ini dan biasa disapa Riska nama lengkapnya gak pake Putri Faisal, (^.^v)

Pertama kali kita ketemu di semester 2, dan itu pun hanya satu mata kuliah; Pendidikan Agama Islam. Kita terhubung melalui temen dari temenku dan temennya. Pokoknya ribet, gak perlu dijelasin deh ribetnya gimana.

Nah, setelah tugas-tugas kelompok kita berakhir, semester 2 berlalu... aku dan Riska menjadi dekat berkat pertanyaan singkat seputar anak-anak ratau: Nid, tau kost yang murah, nyaman? aku lagi nyari kost ini.

Dan perbincangan kita terus berlanjut sejak hari itu. Mulai dari sms sampai pada bbm-an. Aku kan orangnya emang sok kenal, sok iye sama orang baru. Dan puncaknya, kita ketemuan secara gak sengaja di acara dinus inagurasi, semacam acara puncaknya dinus inside (ospek kampus Udinus)

Riska waktu itu dateng bareng orang lain, begitu juga aku, yang dateng dengan senior-senior di ukm wartadinus. Kita hanya saling sapa hay-hay ala cewek, dan ia memberiku salah satu benda berkelip khusus untuk acara konser. Lalu kita berpisaaaahhhh (ost-nya lagu you're my everything pun terdengar, wkwk) lebaaay.

Dan sebelumnya, kita pernah janjian KRS. Karena aku sedang di rumah Serang dan gak bisa meng-iya-kan ajakan input KRS bareng temen-temen di kampus, aku akhirnya janjian dengan satu orang yang senasib, kami gak bisa berangkat ke Semarang dan mengorbankan kuliah hanya demi satu hari KRS. 
Kita berdua janjian input KRS melalui media sosial dan telepon. Herannya, kita benar-benar sekelas semua :p

Dan hubungan kita berlanjut, juga berkembang dari situ. Di Semester 3.

with Riska Putri duyung, bukan putri Faisal lagi, wkwk *eh
Kuliah-tugas tugas tugasssssss-kehidupan anak rantau, dll. Kita berbagi suka duka menjadi bagian dari mahasiswa yang sesungguhnya disini.
Kadang, aku juga mikir: Ini kita udah kayak anak kembar, kemana-mana pasti bareng. Sejak semester 3. Biasanya di kampus, aku gak pernah punya temen yang tetep.

Jaman semester 3, kita langganannya bu Hani kalau makan. Lalu, sejak semester 4, udah mulai berubah haluan jadi masak sendiri.

Kita sering nongrong di kantin, entah itu ngerjain tugas atau wifian. Dan kita seneng banget janji dadakan. 
Sayangnya, Riska udah punya pacar guys, wkwk.

Kita lebih banyak berbagi. Lebih banyak lebih mengerti dunia perkuliahan, dll, dll.

But, hey. Semoga hubungan kita bisa lebih dari sekadar seorang yang saling bergantung pada suatu keadaan, yak.

Sampai jumpa pada postingan selanjutnya. Kalau aku gak lagi baper ketemu gebetan, nanti ku tulis cerita ini kembali.

See You, (c) Nidake

Semarang, 12 Maret 2016. 
Kantin Merah - Udinus

Thursday, March 10, 2016

DPM FEB 2015.


DPM 2015/2016
Awal yang buruk untuk memulai semua ini. Awal yang buruk di HMA.
Kenapa aku memilih lanjut?

Jawabannya mungkin berbelit.
Namun, ingat, pertama kali aku bisa diterima menjadi bagian dari keluarga organisasi disini tidaklah mudah. Jadi kenapa harus menyerah.

Mungkin ini awal. Menjadi aku yang pertama tidak dikenal dan selalu di abaikan, hanyalah bagian terkecil dari kenyataan yang pernah hadir.

Masuk organisasi dan bergabung di dalamnya itu kayak sebuah pijakan. Semacam kesempatan yang gak akan datang kembali jika aku menutup mataku untuk itu.

Maka, ketika aku memutuskan untuk mengikat diriku pada tali tanjakan tersebut, mulai memanfaatkan kesempatan yang ada, aku sadar… aku memilih jalan yang tepat.

Hey, gak usah serius dengan postingan ini. Mari kukenalkan anggota DPM FEB Periode 2015/2016. Kita hanya ber-10 orang, dengan 5 orang personel cowok dan 5 orang personel cewek. Kita seperti balon warna-warni yang berdiri dan di tempatkan bersisi-an. Sewaktu-waktu, kita ber-10 dapat meletus, membentuk suatu yang tak kita sadari. Potensi. Yeah, kita ber – 10 punya potensi masing-masing.

Melalui postingan ini, aku ingin memperkenalkan kesepuluh anggota DPM FEB 2015/2016 di postingan selanjutnya :p

Sampai Jumpa! Terus kunjungi blog aku yaks,

Love ©Nidake

Semarang, 01 Januari 2016

KUE CUBIT CHEF TRIPLE A



Jumat, 19 Februari 2016. Tepat pada hari ulang tahun umi, Triple A dengan rencana mendadaknya, kembali meet up.

Awalnya, kita cuman ngobrol iseng di grup bbm. Aku nawarin mereka main ke rumah, berhubungan dengan tanggal segitu aku harus KRS-an di rumah dan gak bisa diajak keluar untuk main. Full seharian harus stand by di depan internet, KRS-an yang menjadi ajang stress, hihi.

Nah, dari pagi tuh aku udah bangun, biasanya bangunnya jam 09.00 wib, demi KRS aku rela bangun pagi, padahal lagi dapet hlo yaaa… gak sholat subuh dulu.

Sampai pukul 11.30 wib, menjelang sholat jumat, ada kabar di website krs.dinus.ac.id bahwa untuk jadwal KRS FEB, ilmu Komunikasi dan DKV dipisah karena server error. FEB kebagian pada pukul 15.00 wib, temen-temen kampus di bbm udah emosian, wkwk.

Sambil nyimak pm, aku bbm-an dengan Triple A. dan dapet kabar bahwa Nisa San masih molor, sehingga ngaret otw nya jam 3an. Mana pula, aku lagi KRS-an sambil telponan sama salah satu temen janjian aku di tanah rantau saat mereka sampai di depan rumah~

Nah, gara-gara itulah aku cuekkin tuh Nisa sama Ai di kamar. Maaf ye, Nidanya lagi sibuk ngurus KRS dulu, takut kehabisan.
Menjelang pukul 17.00 wib, aku, Nisa langsung otw beli telur dan tepung terigu, seblak pesenan Ai, es batu dan Nutrisari jeruk di warung sebelah rumah, naik motor -___- sebenarnya beli gituan tuh mampir hingga ke 4 tempat, maka dari itulah sebabnya kita naik motor, hehe

“Nid, kita ngapain naik motor?”
“gak tau tuh…”
Lalu aku dan Nisa pun ngakak di tengah menunggu pesanan seblak.

Sebelum otw ngacak-ngacak dapur umi, bikin kue cubit. Aku sama Nisa bikin es Nutrisari, dan makan seblaknya dulu. Baru deh, kita turun ke dapur siap jadi calon mama muda yang lagi bereksperimen dalam memasak.

Nah, mulai deh resepnya, ala-ala resep dari internet yang sudah di save di galeri bbm grup Triple A, wkwk ^.^v
Nih bahan-bahannya:
fihuyyyy.
telor a.k.a telur
Nisa nih yang sama sekali gak ngaduk, capek jare, wkwk. Dasaaaar :p
Karena adzan maghrib sudah berkumandang, kita memutuskan untuk sholat terlebih dahulu, minus aku yaaa yang lagi gak bisa sholat, urusan cewek.

Baru deh kita lanjutkan proses pemasakan di kompor, awalnya masih bagus, full cokelat. Tapi semakin akhir, semakin berantakan dan apa adanya, kita cuman mikir, ‘yang penting jadinya enak, lagian kan mau dimakan…’

Saat aku dan Nisa san tengah sibuk ngurus adonan yang harus di masak di atas kompor dan ribet sendiri, “Nid, masukin keju nya cepetaaan.”
“Nidaaa iiih tuh gosong di taruh piring.”
“Ih Nisa jangan cepet-cepet.”
“Nidaaa yang ini kayaknya belum mateng deh atasnya.”
jadinya banyaaakkkk
Eh, si Ai ribet sendiri di meja makan dengan sepiring kue cubit yang udah jadi. Sibuk menghias, tapi gagal tuh hiasannya jadi kayak kapal abis tenggelam di lautan butiran gula halus, wkwkwk.

Pada akhirnya, sama sekali gak dihias sih karena dapet protes garis keras dari kita berdua.
“Ai, benerin tuh jeleeeek weh.” -Nida
“Iya jelek aaah, apaan ini? Wkwkwk.” -Nisa
nah kayak gitu jadinya, di pilih yang bagus-bagus, wkwk

Aku juga bagiin ke adik aku, dan komentar Dinda, “Kayak kue pukis mba.” Wkwk, ampyuun deh Ndol, peeaaaa!

Komentar umi, “Lumayan enak kok ternyata, sippp.” Hehe, makasiiih umi ({})

Dan komentar Lintang sama sekali gak nyambung, “Mba mau lagi dong, ambilin, maluuuuu tau.” Preeeettt, dasar adek payah kopyaaah.

Setelah kita memilih bagian yang terbaik untuk di foto dan dibagiin ke adik aku, barulah kita naik ke lantai 2, dan siap beraksi dengan konyol ala Triple A. Apalagi namanya kalau bukan sok eksis di depan kamera? (^.^v)

opor umi. Pibesday, umi ({})
Nah, berhubungan dengan tanggal 19 adalah hari ultah umi. Di rumah ada opor ayam, umi sibuk bagiin opor ayam ke tetangga sebelah saat kita masak, lumayan kan gak di omelin ini-itu waktu Triple A ngerecokin dapur. Umi juga sudah nawarin Triple A buat bikin opornya sendiri, ngupas ketupat nya sendiri ke piring. Jadi kita memutuskan untuk makan satu piring opor ayam bertiga, pake tiga ketupat kok, piringnya gede, ahhahahah.

mau? bikin sendiriiii :p

Selain itu, kita juga mulai tukeran film dan foto dari kamera via laptop masing-masing. Nisa San bawa notebook, Ai bawa fd, dan aku pakai Laptop.

Sebenernya ada yang kurang; curhat. Gak sempet curhat dengan mereka. Gara-gara waktunya yang kurang, meski ada obrolan ringan soal pacar Aini yang baru saja ngajak kencan berdua nonton bioskop. Dan obrolan ringan lainnya yang sebenarnya gak terlalu serius, hanya candaan ringan yang bikin jengkel plus baper, wkwk.
Yaaa begitulah mereka. Nyebelin, tapi selalu di hati.

Karena sudah malam, sudah lewat pukul 21.00 wib, dan Ai bahkan di telepon oleh pihak rumah.. Sehabis bungkus kue cubit yang masih sisa banyak, soalnya kalo gak dibawa pulang, bikin eneg, hihi, aku udah cukup kenyang. Ganti rugi patungan beli bahan, dengan total Rp. 22.500/orang. Dan juga sholat isya dirumahku.

Nisa dan Ai pun akhirnya otw pulang, “Nidaaa makasih yaaaahhh. Dadah.”

Yeahhh~ pengen peluk, sayangnya udah di gerbang, wkwk. Sama-sama kalian. Makasih udah bersedia dateng buat ngelakuin kegiatan rutin kita; masak-masak. Semoga di lain kesempatan, eksperiment masak kita tetap bisa dilanjutkan yaa.
see you eksperiment selanjutnya, yaks
Seblak, Spaghetti, kue cubit, udaaah semua. Next time, kita masak apa lagi yaaa, guys?

Love,
© Nidake

Serang, 20 Februari 2016


KAROKE DAY

Selamat Datang di Karoke
Salah satu hobby aku di Serang bareng sahabat tercinta; nyanyi. Dan tempat favorit kita adalah karoke. Menurut kita, karoke adalah tempat yang tepat untuk menghilangkan stress.

Beberapa waktu lalu, aku dan sahabat di Serang pergi ke tempat karoke di Roberta Royal-Serang. Ada dua kali kesana terhitung dalam 2 minggu terakhir di bulan February. Yang pertama dengan Triple A, dan yang kedua dengan Intan –mantan teman sebangku saat SMA- dan Aini, lumayan nih, di traktir Intan yang ulang tahunnnya bulan February (^.^v)

Setiap karoke pasti kita masing-masing nyanyi lagu versinya tersendiri, kayak aku yang nyanyi lagu ini lagi-itu lagi. Dan Aini pun sama. Cuman Nisa yang seperti biasa… kalem, sok iye, wkwk. Dan kalau Intan sih sama aja, sok iye… karepmu, terserah padamu versi mereka masing-masing.

Dan guys, jangan nyanyi bareng Ai, selalu aja kalo nyanyi bareng Ai tuh dapet skor jelek, bikin bete. Mana pula, pilihan lagunya Ai selalu lagu galau, kalau gak galau yaaa dangdut, walau ujung-ujungnya ngakak sendiri terus diganti deh, wkwk.

Dan guys, jangan nyuruh Nisa nyanyi sendirian, dia gak bakalan mau :p
Jangan juga tanyain Intan: mau nyanyi apa? Intan bakal bingung dan malah terserah-terserah aje. Hahahahahhh.
Dan yeah, jangan kaget kalo ngeliat aku nyanyi, lagunya apa, nadanya apa, yang terucap apa… lalalallalaalalala.

Nah, aku mau curhat tentang sesi pertama dulu karoke bareng Triple A yah. Aku lupa tanggal pastinya nih, yang jelas sih minggu pertama February, hari jumat dan pukul 17.00 wib.
Lagi-lagi kita janjian secara mendadak. Balesnya lama. Ternyata kita masing-masing tuh lagi persiapan diri, alias mandi.

Dan tepat pada pukul 17.20 wib kita masing-masing berangkat, aku otw jemput Aini dulu karena lewatin kebon. Sayangnya, nyampe kebon hujan deras, dan aku memutuskan meneduh di Indomart Kebon. Setelah ketemuan dengan Aini, kita langsung cus ke robera-Royal dan menemukan Nisa udah cemberut nungguin di depan pintu masuk, wkwk. Kelamaan sih kitanya, kejebak hujan, aaah tak apalah, yang penting bukan terjebak nostalgia #KemudianBaperSeabad

Nah, pas ketemu Nisa kita ngakak-ngakak aja, sok merasa tak bersalah. Tapi pas Nisa ngeliat jaket aku dan bagian bawah baju Ai yang basah banget, langsung ngeh deh, “Aduh… hujan yah.”

Kita langsung masuk ke tempat karoke hampir pukul 18.00 wib. Karena serang itu beda dengan Kota Semarang dalam hal waktu adzan, akhirnya kita memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu.
kodein pacar Ai :p
Btw, kita nunggu maghribannya sambil kodein pacar Ai, FU, di bbm, wkwkwk. Aini selow banget pacarnya kita kodein dan parahnya, pacar Ai gak peka. Huh, Ai pun makin galau, niatnya biar gak garing kriuk-kriuk gitu, eh malah garing juga walaupun aku dan Nisa yang balesin. Udahlah, lupain pacar Ai, waktunya photo-photo sebelum waktu sholat maghrib dan masuk ke ruang karoke.

--ruang karoke--   
Selamat nyanyi… dan inilah tampak foto-foto kita di ruang karoke (^.^v)

Btw, aku emang lagi sedih kala itu, wkwk
Triple A!!! Miss miss miss

Noh, Aini lagi nyanyi lagu galau senyum-senyum sendiri, cieeeee

P.U.L.A.N.G

Lanjut ke sesi kedua. Jadi yah, sesi kedua ini merupakan bagian dari ulang tahunnya Intan. Mantan temen sebangku di SMA. Dan yah, takutnya kalau nanti-nanti kita gak sempat main bareng, jadilah saat itu. Padahal Intan ulang tahunnnya tanggal 23 February dan itu masih lama, wkwk. Ohya, sebelumnya kita makan BC dulu, sekalian aku ngasihin kado ke Intan. Dan aku sengaja ngajak Ai, selain Ai emang lagi baper pengen di ajak jalan-jalan. Dia juga bisa jadi sumber utama yang foto-fotoin, karena punya kamera! Wkwkwk :p

Lumayan, mumpung gratiiiissssss. Nah ini nih foto-foto selama karoke bareng Intan dan Ai
Intan, Nidake, Ai
 

-End

nb: foto tanpa edit loh, guys. Dan foto bareng Intan dkk belum di pindah ke laptop.