Wednesday, February 18, 2015

MEET UP, With Yoan


Masih punya temen, or sahabat masa putih biru setelah lulus SMA itu anugrah banget deh. Beruntungnya, aku :’) 

With Yoan

Iya. Beruntung banget.
Ya, walaupun, hubungan kita gak selalu harus ketemu, contact tiap hari, curhat juga gak tiap hari, sih. Se-enggaknya, ada orang yang bisa di ajak berbagi perjuangan kita semasa ‘alay.’

Bagian tersedihnya, cuman tersisa satu orang aja yang selama ini menjadi bagian saksi bisu masa-masa perjuangan alay itu. Namanya: Yoanita Utami. Aku sering panggil dia dengan nama depannya, Yoan.

Yah… Kita selalu menghabiskan waktu yang sama, bersenang-senang untuk hal yang sama. Seperti dulu, kita yang selalu jalan bersama melalui jalan setapak. Walau pada akhirnya, kita akan berpisah karena arah rumah kita yang berbeda.

Seenggaknya, walaupun aku dan dia tak duduk di bangku putih abu-abu yang sama. Hubungan kita masih berlanjut hingga sekarang, kuliah.

Finally, kita kuliah di satu Kota yang sama, Semarang. Tapi, beda kampus.
Sayang dan anehnya, aku sama sekali belum pernah ketemu di Semarang. Setiap kali ada kesempatan untukku berkunjung ke tempat kost-nya, selalu dia ada suatu hal yang gak bisa di tolak. Aku gagal ketemuan di sana, deh -___-

Dan hari ini, senin, 16 February 2015. Aku dan Yoan bertemu kembali, setelah lebih dari 6 bulan kita lost contact. Wow, rasanya ada yang beda dari diri kita.

Bukan karena wajahnya dan wajahku yang tambah dewasa, tapi lebih karena, kita juga tak lagi se-alay dulu. Tak lagi berpegang teguh pada ego, seperti SMP. Dan mungkin, tak lagi mengganggap dunia kita itu sebagai ajang main-main.

Bahasan kita, lebih serius daripada bahasan kita… waktu itu.
Wow, benar… waktu memang telah menumbuhkan kita. Merubah sebagian dari kita.

Seperti biasanya, dia menjemputku di rumah. Sudah barang tentu, umi gak memperbolehkanku pake motornya selama ini. Ada urusan yang lebih penting untuknya, untuk keluargaku, tentunya.
Beberapa waktu lalu aku sudah ngeles minta ijin memakai motornya untuk bertemu teman-temanku yang lain. Cukuplah sudah aku merepotkan my mommy sayang, yang tengah sibuk demi kami.

Okey, back to topic.
Rencana awal ke BC (Burger Ciceri) gagal karena kita pengen ke Ramayana Mall. Disana pun kita makan + pesan menu KFC seperti biasanya, ngobrol banyak hal seperti biasanya, dan ber-selfie ria seperti biasanya, sebagai hidangan penutup sebelum menuju ronde 2.
Pesan menu yang sama, dari jaman beheula.

Lalu, aku dan Yoan memutuskan pergi ke salah satu tempat Karoke, namanya lupa. Setelah perdebatan yang panjang kali lebar, kita akhirnya memilih kelas regular, dengan biaya Rp.35/jam satu ruangan.

Dan hanya berdua… nyanyi bagai orang gila, wkwk.
Aku dan Yoan nyanyi bareng, maupun gantian. Kebanyakan lagu-lagu Korea sama Inggris sih. Dan kebanyak galau. Parahnya, kita pernah dapet score terburuk: 60. Bad bangeeeet, hahaha. Siapa suruh nyanyi asal-asalan :p Gak bisa nge-rap, sok ngerap, fiuuuh.
Nyanyi teroooos, sampe puas.

Pulangnya, barulah kami mampir ke BC. Ronde, huh? Dengan memesan dua jenis burger dan dua jenis minuman, di bungkus. Hari sudah terlalu sore, anak mami harus pada pulang, hahahahhhh.
---

Bermain bersama Yoan mengingatkanku betapa waktu telah berlalu dengan cepat.
Kita berdua pernah berharap, teman-teman yang lainnya, teman yang pernah mengisi hari-hari penuh perjuangan kita di masa putih-biru juga hadir pada temu kangen ini. Sayangnya, entah alasan apapun yang ada, mereka tetap tak bisa hadir.

Pada akhirnya pun, hanya kita berdua, lagi.
Berdua kembali. Selalu.
Pertemuan ini sesungguhnya tidak hanya untuk kita berdua. Lagi-lagi, yang lainnya memilih sibuk pada dunia baru mereka. Melupakan teman seperjuangan lama yang kini juga tengah berjuang di hidupnya masing-masing, namun tak pernah melupakan masa lalunya. Bahkan kita berdua sudah mencoba menghubungi mereka.
Setidaknya, kapanpun kalian punya waktu luang, hubungilah kita balik. Katakan maaf atas ketidak-hadiran kalian karena waktu yang bentrok. Sejujurnya, kita sudah lelah, selalu menjadi bagian yang mengejar kalian untuk meminta waktu kalian dalam menghadiri temu kangen.

Karena itulah, saat Yoan bertanya padaku perihal salah satu teman kita semasa SMP, yang juga menjadi teman seperjuangan kita, berjalan melalui jalan yang sama untuk pulang ke rumah. Aku gak pernah menanggapinya dengan serius.
Aku sudah lelah.
Sangat lelah.
ckck, Nida lelaaaaahhhhhhhhh. Dapetnya malah balon orang ulang tahun di KFC, hahahhhh

Aku memutuskan untuk membiarkannya mengalir begitu saja. Jika aku menghubungi terus-terusan, aku akan selalu menjadi pengganggu.

Tapi baiklah, demi masa lalu yang indah, aku ingin mencoba menghubunginya kembali. Aku bahkan meminta nomer teleponnya ke Yoan.
Nanti. Kapan-kapan. Akan kucoba hubungi dia. Kalau udah beli pulsa, wkwk.

Dear, Yoan.
Makasih ya, masih mau jadi bagian dari hidup Nida. Menjadi sahabatku hingga sekarang. Selama 6 tahun ini, kita saling mengenal dan bertukar sapa. Aku ingin sekali menjadi sahabatmu sampai tua, dan di Surga kelak.
Love You, beib.

Thanks, hari yang berkesan.
Walau cuman kita berdua. Kita mampu mengabadikannya dalam satu canda, tawa, bahagia, dan pelepasan beban dengan bernyanyi bagai orang gila, hihi.

See You, pertemuan selanjutnya.
Sahabat lamamu yang unyu © Nida

Serang, 16 February 2015

No comments:

Post a Comment

Bikin orang bahagia gampang, kok. Kamu ngasih komentar di postinganku saja aku bahagia.

- Kutunggu komentarmu.