Saturday, January 2, 2016

IMPIAN DAN REALITA


Photo by Me

Sejak pertama kali abi mengijinkan aku untuk merantau, jauh dari rumah, dan  hidup sendiri disini, Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah. Kota yang membuatku untuk mau tak mau harus beradaptasi dengan kerasnya hidup.

Aku sudah dua tahun disini, belajar apa itu arti hidup jauh dari keluarga. Aku memulainya dengan berat hati, juga ketakutan bahwa mungkin gak akan mampu bertahan.
Aku bertahan, meski hidup jauh dari keluarga adalah sebuah hal yang berat. Aku bertahan, guys.

Sulit bagiku untuk berdiri sendiri. Sulit bagiku untuk menghadapi kenyataan. Disini. Meski kedengarannya itu konyol, ataupun tampak menyedihkan. Yeah

“saat kita masih muda, banyak yang bertanya: apa cita-citamu? Tapi setelah dewasa, orang yang menanyakan hal itu semakin berkurang. Terus mendekap impian sampai dewasa tidaklah mudah. Dalam kenyataanya impian itu sulit digapai, dan bahkan semakin menghilang. Sehingga, kita lupa seperti apa mimpi kita dulu.”

Menulis adalah salah satu impianku, namun, karena suatu hal itulah yang membuatku mau tak mau berhenti berfikir bahwa aku dapat menjadi penulis. Aku tak punya waktu untuk belajar soal menulis, aku terlalu sibuk pada dunia perkuliahan yang jauh dari seluk beluk dasar-dasar menjadi seorang penulis yang handal. Meskipun beberapa orang beranggapan, menjadi penulis tak perlu belajar, bagiku yang sudah mencoba menulis dalam berbagai situasi, kadang menulis butuh suatu keahlian yang bahkan lebih sulit daripada ujian komprehensif, kujamin. Tak semua orang dapat menulis dan menemukan ide.

Blog mengingatkanku pada impian. Setidaknya, meskipun aku tak bisa menjadi penulis, aku dapat menjadikan menulis sebagai sebuah hobby, sebuah curahan hati, dan juga penghilang stress ketika aku lelah pada rutinitas yang terlalu menyibukkan.

Sejenak, aku merasa bahagia dan menjadi diriku sendiri dengan menulis, apapun yang aku suka dan yang terlintas di pikiranku saat itu. Menulis adalah suatu kebahagiaan yang entah sejak kapan kutemukan.

Aku tak ingin menjadi terkenal dengan menjadi seorang penulis seperti Shakespeare, atau mungkin Andrea Hirata, salah satu penulis favorit pertamaku.
Aku tak mengharapkan banyak orang yang membaca blog ini. Isi blog ini hanyalah sampah bagi mereka yang bukan siapa-siapa untukku, blog ini hanyalah sebagai pemuas ke-kepo-an seseorang yang hanya sekadar penasaran sesaat tentangku. Ya blog ini hanyalah sekumpulan tulisan labil yang aku posting sejak beberapa tahun lalu.

Tak menarik.

Namun, aku harap suatu hari nanti, orang yang akan mendampingi aku hidup hingga akhir dapat membaca keseluruhan blog ini, juga anak-anakku kelak.
Aku menuliskan pengalamanku di dalamnya, menuliskan sejujur-jujurnya tentang aku disini. Semoga kelak, dari bibir anakku terucap, “Oh, ibuku pernah kesini. Dia tak menceritakannya padaku. Tapi menuliskannya di blog, liat deh.”

Begitulah.

Sangat sederhana, kan?

Hari ini, tepat sebelum hari pertama pada tahun 2016 berakhir. Aku tengah memikirkan kembali impianku dan realita. Aku kuliah di jurusan akuntansi, meski tak mustahil aku bekerja tak sesuai dengan jurusan kuliah, aku tetap akan terjun pada bidang keungan di perusahaan atau bank suatu hari nanti.

Dan menulis saat ini hanyalah jadi impian masa lalu yang ketika ada kesempatan, aku ingin menerbitkan buku.

Terima Kasih sudah setia baca blog ini, yang tak ada apa-apanya selain curhatan tak jelas.

Love, © Nidake.

Semarang, 01 Januari 2016

No comments:

Post a Comment

Bikin orang bahagia gampang, kok. Kamu ngasih komentar di postinganku saja aku bahagia.

- Kutunggu komentarmu.